Kerajinan Tanah Bumbu Tampil Memukau di INACRAFT 2025, Tenun Pagatan dan Sasirangan Jadi Daya Tarik Utama

Facebook
Twitter
WhatsApp

Kabupaten Tanah Bumbu kembali menegaskan komitmennya dalam mengangkat potensi UMKM berbasis budaya ke kancah internasional. Melalui ajang International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Tanah Bumbu memperkenalkan berbagai produk kriya unggulan yang memadukan kearifan lokal dengan sentuhan kreativitas modern.

Pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara ini berlangsung pada 2–5 Oktober 2025 dengan tema “Craft, Culture, and Future.” Dari 843 peserta yang berpartisipasi, Tanah Bumbu tampil menonjol lewat karya khas seperti Kain Tenun Pagatan yang legendaris serta berbagai produk Sasirangan berupa busana, kipas, tas laptop, hingga selendang.

Partisipasi Tanah Bumbu dipimpin oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, melalui perwakilan anggota Dekranasda yang aktif memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada para pengunjung.

Daya tarik kriya Tanah Bumbu tidak hanya menarik perhatian pengunjung dalam negeri, tetapi juga memukau tokoh internasional. Wakil Presiden World Craft Council (WCC), Kundeep Kumar, bahkan mengunjungi stan Tanah Bumbu dan memberikan apresiasi terhadap keindahan motif serta kualitas produk yang dipamerkan. Kehadiran tokoh dunia ini menjadi bentuk pengakuan global terhadap potensi kerajinan Bumi Bersujud.

“Setiap karya yang tampil di INACRAFT mencerminkan kreativitas tinggi dari berbagai daerah. Dukungan pemerintah dan masyarakat membuat kegiatan ini bisa konsisten terselenggara selama 25 tahun,” ujar salah satu perwakilan Dekranasda Tanah Bumbu.

Acara pembukaan INACRAFT 2025 turut dihadiri sejumlah tokoh nasional seperti Ibu Wakil Presiden RI Selvi Gibran Rakabuming, Menteri UMKM Maman Abdurahman, dan Wamen PPPA Veronica Tan.

Tanah Bumbu sendiri menjadi bagian dari kontingen Kalimantan Selatan yang dipimpin Ketua Dekranasda Kalsel Hj. Fathul Jannah. Melalui ajang bergengsi ini, Tanah Bumbu menegaskan tekadnya untuk membangun ekosistem kerajinan berdaya saing global, berbasis kekuatan budaya, inovasi, dan kolaborasi antara masyarakat serta pemerintah.

Artikel Pilihan