Upaya percepatan rehabilitasi ekosistem mangrove di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan, menjadi fokus pembahasan antara Tim Pakar dan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Pertemuan tersebut berlangsung di Jakarta, Selasa (6/1/2026), sebagai respons atas kondisi kerusakan mangrove di wilayah pesisir Tanbu yang semakin mengkhawatirkan.
Rektor ULM Ahmad Alim Bachri menegaskan bahwa pemulihan mangrove harus segera dilakukan karena kerusakan ekosistem tersebut berdampak luas terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir. Ia menyebutkan, rehabilitasi menjadi penting terutama di kawasan yang mengalami abrasi cukup parah.
Pertemuan yang dihadiri Sekretaris Jenderal Kemenhut Mahfudz itu secara khusus membahas kondisi mangrove di wilayah Sungai Dua, Kabupaten Tanah Bumbu. Kawasan tersebut tercatat mengalami abrasi signifikan yang mengancam pemukiman warga, aktivitas ekonomi pesisir, serta keberlanjutan lingkungan hidup.
Ahmad Alim menjelaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu telah menyiapkan dukungan anggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung program rehabilitasi mangrove. Namun, sebagian besar kawasan yang akan direhabilitasi berada di wilayah konservasi, sehingga memerlukan koordinasi lintas sektor serta perizinan resmi dari Kementerian Kehutanan agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Dalam rencana kerja sama tersebut, ULM berperan sebagai mitra strategis yang memberikan dukungan akademik melalui kajian ilmiah dan rekomendasi teknis berbasis riset. Peran ini dinilai penting untuk memastikan rehabilitasi mangrove dilaksanakan secara tepat, terukur, dan berkelanjutan.
Dengan dukungan keilmuan dan sumber daya yang dimiliki ULM, program rehabilitasi diharapkan tidak hanya berdampak pada pemulihan ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat pesisir Tanah Bumbu. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat diharapkan mampu mempercepat pemulihan mangrove serta memperkuat ketahanan wilayah pesisir dari ancaman abrasi di masa mendatang.