Peringatan HAB ke-80 Kemenag, Tanah Bumbu Gaungkan Moderasi Beragama

Facebook
Twitter
WhatsApp

Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia berlangsung khidmat di Halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang pengabdian Kementerian Agama dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis dan berlandaskan nilai kebangsaan.

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, H. Hairuddin, menyampaikan bahwa selama delapan dekade, Kementerian Agama telah berkontribusi besar dalam memperkuat keimanan dan ketakwaan umat, meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Selama 80 tahun pengabdiannya, Kementerian Agama telah membangun fondasi penting bagi kehidupan sosial yang damai, religius, dan berkeadaban. Dedikasi serta loyalitas seluruh jajaran patut mendapat apresiasi,” ujar Hairuddin.

Ia menegaskan bahwa di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks, peran Kementerian Agama menjadi sangat penting sebagai penguat nilai moral dan etika, sekaligus penyejuk kehidupan sosial. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus dijaga dan diperkuat.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, lanjut Hairuddin, berkomitmen mendukung program-program keagamaan yang mendorong terbentuknya masyarakat yang beriman, toleran, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Menurutnya, semangat moderasi beragama menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan dan memperkokoh persatuan di daerah.

Melalui peringatan HAB ke-80 ini, diharapkan semangat pengabdian jajaran Kementerian Agama semakin meningkat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus diberikan secara profesional, ikhlas, dan penuh tanggung jawab.

“Selamat Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80. Semoga Kementerian Agama terus menjadi pilar dalam membangun bangsa yang religius, harmonis, dan bermartabat,” tutup Hairuddin.

Artikel Pilihan