Bulan Ramadan adalah bulan penuh keberkahan di mana umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa. Salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan adalah bagaimana Islam memandang kemesraan antara suami dan istri selama bulan Ramadan, serta kewajiban mandi wajib setelahnya.
Batasan Kemesraan Suami Istri Saat Berpuasa
Islam memperbolehkan suami istri untuk bermesraan, seperti berpegangan tangan, berpelukan, atau mencium pasangan, selama tidak sampai membangkitkan syahwat yang berujung pada hubungan suami istri. Namun, jika kemesraan tersebut menyebabkan keluarnya air mani, maka puasa menjadi batal dan harus diganti di luar bulan Ramadan.
Berhubungan badan di siang hari saat berpuasa merupakan hal yang dilarang dalam Islam dan dapat membatalkan puasa. Jika pasangan suami istri melakukannya, maka mereka wajib membayar kafarat dengan urutan sebagai berikut:
- Membebaskan seorang budak (jika memungkinkan).
- Jika tidak mampu, maka wajib berpuasa selama dua bulan berturut-turut.
- Jika tidak sanggup juga, maka harus memberi makan 60 orang miskin.
Hubungan Suami Istri di Malam Hari Ramadan
Islam memberikan kelonggaran bagi suami istri untuk berhubungan badan setelah waktu berbuka puasa hingga sebelum fajar tiba. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an:
“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu.” (QS. Al-Baqarah: 187)
Namun, jika pasangan melakukan hubungan badan di malam hari Ramadan, mereka wajib mandi junub sebelum melaksanakan salat Subuh. Mandi wajib juga diperlukan jika terjadi keluarnya air mani akibat kemesraan yang berlebihan.
Kesimpulan
Islam mengatur hubungan suami istri dengan bijak, termasuk di bulan Ramadan. Bermesraan secara wajar diperbolehkan, namun jika sampai membatalkan puasa, maka ada konsekuensi yang harus dijalankan. Setelah berhubungan badan di malam hari, mandi wajib menjadi syarat sebelum menjalankan ibadah selanjutnya. Dengan menjaga adab dan aturan ini, umat Muslim dapat menjalani ibadah puasa dengan khusyuk serta mendapatkan keberkahan Ramadan secara penuh.