Hukum Donor Darah saat Puasa, Begini Penjelasannya

Facebook
Twitter
WhatsApp

Donor darah merupakan proses pengambilan darah secara sukarela dari seseorang untuk disimpan di bank darah atau digunakan dalam keperluan medis mendesak. Kegiatan ini bisa dilakukan kapan saja, termasuk saat bulan puasa. Namun, banyak orang bertanya-tanya, apakah donor darah saat berpuasa diperbolehkan? Berikut penjelasannya dari segi medis dan agama.

Donor Darah Saat Puasa Menurut Medis

Secara medis, donor darah saat berpuasa pada dasarnya aman dilakukan, asalkan pendonor berada dalam kondisi sehat dan cukup nutrisi. Saat berpuasa, tubuh mengalami pengurangan cadangan cairan dan asupan nutrisi yang terbatas, sehingga perlu dipastikan bahwa pendonor dalam kondisi yang cukup prima.

Beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah donor darah saat berpuasa meliputi:

  • Pusing dan sakit kepala
  • Kelelahan
  • Mual
  • Pingsan

Efek samping ini umumnya disebabkan oleh tekanan darah yang menurun setelah pengambilan darah serta kurangnya asupan cairan dan zat besi secara mendadak. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kondisi tubuh sebelum mendonorkan darah saat berpuasa.

Donor Darah Saat Puasa Menurut Agama

Dari segi agama, donor darah merupakan perbuatan mulia yang dapat menyelamatkan nyawa orang lain. Allah SWT memerintahkan umat Muslim untuk saling tolong-menolong dalam kehidupan. Rasulullah SAW juga pernah bersabda bahwa siapa pun yang membantu mengurangi kesulitan orang lain di dunia, maka penderitaannya di akhirat akan diringankan.

Terkait dengan keabsahan puasa, donor darah tidak membatalkan puasa karena darah dikeluarkan dari tubuh melalui injeksi di bagian tangan, bukan melalui rongga terbuka yang mengantarkan sesuatu ke dalam tubuh. Donor darah dapat disamakan dengan tindakan melukai tubuh yang tidak mempengaruhi keabsahan puasa, selama tidak menyebabkan kelemahan ekstrem yang membuat seseorang harus berbuka.

Kesimpulan

Berdasarkan tinjauan medis dan agama, donor darah tetap diperbolehkan saat berpuasa selama pendonor dalam kondisi sehat dan siap untuk melakukannya. Jika ragu atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum mendonorkan darah. Dengan memperhatikan kesehatan dan niat baik untuk menolong sesama, donor darah dapat menjadi salah satu bentuk ibadah dan kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

Artikel Pilihan