Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkab Tanah Bumbu Salurkan Bibit ke 12 Kecamatan

Facebook
Twitter
WhatsApp

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) mempertegas komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui penyerahan bibit tanaman kepada 12 kecamatan dan sejumlah desa pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan penghijauan serta mendorong pembangunan lingkungan yang berkelanjutan di Bumi Bersujud.

Penyerahan bibit dilakukan oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, yang diwakili Sekretaris Daerah, Yulian Herawati, dalam rangkaian Apel Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar di Halaman Mal Pelayanan Publik (MPP), Kawasan Pusat Niaga Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, Sabtu (6/6/2026).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekretaris Daerah, disampaikan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan lagi sekadar pilihan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 dengan tema Saatnya Bekerja untuk Iklim mengingatkan bahwa menjaga lingkungan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan tanggung jawab bersama,” ujar Yulian Herawati membacakan sambutan Bupati.

Bibit yang disalurkan terdiri atas berbagai jenis tanaman bernilai ekologis dan ekonomis, yaitu eucalyptus, pulai, mahoni, durian, dan rambutan. Penyaluran bibit ini diharapkan dapat mendukung rehabilitasi lahan, meningkatkan tutupan hijau, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Program tersebut juga bertujuan memperkuat peran pemerintah kecamatan dan desa dalam melaksanakan penghijauan wilayah, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan pelestarian alam.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap gerakan penghijauan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi budaya yang terus dijalankan secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, aparatur wilayah, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim di masa mendatang.

Artikel Pilihan