MTQN ke-23 Simpang Empat Berakhir, Bupati Tanbu Tekankan Pentingnya Akhlak

Facebook
Twitter
WhatsApp

Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-23 Tingkat Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2026 resmi berakhir.

Penutupan MTQN berlangsung di Lapangan Polres Lama, Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, Sabtu malam (8/8/2026).

Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif mengatakan MTQN tidak sekadar menjadi ajang kompetisi bidang Al-Qur’an. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk membangun karakter masyarakat yang religius dan berakhlak mulia, terutama generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif tanpa membuat generasi muda kehilangan pijakan pada nilai-nilai spiritual.

Karena itu, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu berjalan seiring dengan penguatan iman dan akhlak.

“Kekuatan spiritual dan nilai-nilai Al-Qur’an harus tetap menjadi pegangan utama agar kemajuan yang dicapai tetap berada dalam koridor moral dan akhlak yang baik,” kata Andi Rudi Latif.

Ia menegaskan, MTQN memiliki peran yang lebih luas sebagai bagian dari syiar Islam, pembinaan mental dan spiritual, sekaligus sarana menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.

Kepada peserta yang berhasil meraih prestasi, Bupati menyampaikan apresiasi. Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan sekaligus memberikan teladan di tengah masyarakat.

“Jadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil meraih juara, Andi Rudi Latif meminta agar tidak berkecil hati. Ia mendorong seluruh peserta untuk tetap belajar, berlatih, dan memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an.

Menurutnya, keberhasilan MTQN tidak hanya diukur dari jumlah juara yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai utama dari MTQN adalah bagaimana kita mampu mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya MTQN ke-23, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membentuk generasi Qur’ani sekaligus memperkuat kehidupan keagamaan dan kebersamaan masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu.

Artikel Pilihan