Car Free Day (CFD) perdana di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, berlangsung meriah. Ratusan warga memadati kawasan Jalan Dharma Praja, Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menghadirkan ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi, hingga menikmati berbagai layanan dan aktivitas ekonomi.
Sejak pagi, kawasan Bundaran Adipura yang untuk sementara ditutup bagi kendaraan bermotor mulai dipadati warga. Berbagai aktivitas dilakukan masyarakat, mulai dari senam bersama, jogging, hingga bersepeda.
Suasana semakin semarak dengan adanya pertunjukan seni, edukasi pemilahan sampah, pasar murah, donor darah, serta lapak UMKM yang menawarkan berbagai produk kuliner.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif mendorong agar CFD tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi ruang publik yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pemerintah daerah juga diarahkan menjadikan CFD sebagai agenda yang dapat dilaksanakan secara berkala.
“CFD ini diharapkan menjadi wadah bagi warga untuk beraktivitas secara sehat, bersosialisasi, dan menikmati ruang publik bebas kendaraan, sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal,” ujar Sekretaris Daerah Tanah Bumbu Yulian Herawati saat membacakan pesan Bupati.
Kehadiran pelaku UMKM menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian masyarakat. Pedagang lokal memanfaatkan ramainya pengunjung untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk kuliner mereka secara langsung.
Tak hanya olahraga dan aktivitas ekonomi, CFD juga dimanfaatkan sebagai ruang pelayanan publik. Masyarakat dapat mengikuti pasar murah dan donor darah di tengah kegiatan olahraga yang berlangsung dalam satu kawasan.
Pemkab Tanah Bumbu menyatakan CFD akan diarahkan menjadi agenda berkelanjutan. Yulian Herawati menyebut kegiatan tersebut diupayakan dapat digelar setiap bulan sebagai bagian dari upaya membangun kota yang sehat.
Antusiasme masyarakat turut menjadi modal untuk mewujudkan rencana tersebut. Aty, warga Desa Kersik Putih, berharap CFD dapat terus dilaksanakan secara rutin karena memberikan pilihan aktivitas akhir pekan sekaligus membuka peluang bagi pedagang lokal.
CFD perdana berakhir sekitar pukul 10.00 WITA. Setelah warga meninggalkan lokasi, petugas gabungan Dinas Perhubungan dan Satpol PP kembali membuka Jalan Dharma Praja untuk kendaraan bermotor.
Pelaksanaan perdana ini menjadi langkah awal Tanah Bumbu dalam mengembangkan ruang publik yang memadukan olahraga, interaksi sosial, pelayanan masyarakat, kepedulian lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal.