Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu membawa harapan baru bagi keluarga yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Program tersebut dinilai bukan sekadar memberikan akses sekolah, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk membuka masa depan yang lebih baik.
Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif menilai keberadaan Sekolah Rakyat dapat membantu anak-anak dari keluarga rentan memperoleh pendidikan yang lebih layak sekaligus meringankan beban orang tua.
Salah satu keluarga yang merasakan manfaat program tersebut adalah Mardiasah, 52 tahun, warga Pagatan. Putranya, Aditya Rehan Al-Ghazali, kini mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan sebagai siswa kelas 1 SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu setelah sebelumnya bersekolah di SMPN 1 Pagatan.
Mardiasah merupakan ibu dari lima anak, dengan dua di antaranya masih bersekolah. Sehari-hari ia bekerja di bidang kebersihan sekolah, sedangkan suaminya masih menjalani masa pemulihan setelah mengalami stroke.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan pendidikan menjadi salah satu hal yang harus diperhitungkan dalam keluarga. Untuk kebutuhan jajan satu anak yang bersekolah saja, Mardiasah mengaku mengeluarkan sekitar Rp30 ribu setiap hari. Jumlah itu belum termasuk kebutuhan sekolah dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Karena itu, kesempatan Aditya bersekolah di Sekolah Rakyat disambut penuh rasa syukur oleh Mardiasah.
“Terima kasih sudah memberikan kesempatan kepada anak saya untuk sekolah di sini. Semoga anak saya bisa belajar dengan baik dan memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Mardiasah.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tanah Bumbu diikuti 270 peserta didik. Mereka berasal dari keluarga yang masuk dalam desil 1 dan desil 2 berdasarkan pemeringkatan sosial ekonomi serta berasal dari berbagai kecamatan di Tanah Bumbu.
Para peserta didik menjalani pendidikan dengan pola berasrama. Sebelum memulai kegiatan belajar, mereka mengikuti orientasi lingkungan sekolah dan screening kesehatan sebagai bagian dari tahap awal pendidikan.
Menurut Andi Rudi Latif, keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan manfaat bagi anak, tetapi juga membantu meringankan tanggung jawab keluarga sehingga orang tua dapat lebih fokus memenuhi kebutuhan dan meningkatkan produktivitas.
“Adanya Sekolah Rakyat, 270 keluarga tanggung jawabnya menjadi lebih ringan dan bisa memikirkan hal-hal lain,” kata Andi Rudi Latif.
Bagi keluarga seperti Mardiasah, Sekolah Rakyat menjadi lebih dari sekadar tempat menempuh pendidikan. Program tersebut menghadirkan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga rentan untuk belajar, berkembang, dan memiliki peluang lebih besar membangun masa depan yang lebih baik.