Andi Irmayani Ajak Posyandu Berperan Lebih Luas sebagai Pusat Pelayanan Warga

Facebook
Twitter
WhatsApp

Ketua Tim Penggerak Posyandu Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, mengikuti peringatan Hari Posyandu Nasional Tahun 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan secara daring dari Posyandu Pinus, Desa Gunung Antasari, Kecamatan Simpang Empat, Rabu (29/4/2026).

Peringatan Hari Posyandu Nasional tahun ini mengusung tema “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”. Tema tersebut mencerminkan perubahan peran Posyandu yang kini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga berkembang menjadi pusat pelayanan publik berbasis masyarakat.

Transformasi Posyandu mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan sosial masyarakat. Melalui transformasi ini, Posyandu diharapkan menjadi garda terdepan dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat hingga tingkat desa.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin, menyampaikan bahwa Hari Posyandu Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Posyandu dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat.

“Transformasi ini menegaskan arah baru Posyandu agar semakin dekat dengan masyarakat, lebih partisipatif, dan mampu memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui enam bidang layanan dasar,” ujarnya.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melaksanakan Posyandu Serentak di berbagai wilayah. Di Posyandu Pinus, kegiatan berlangsung dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, mulai dari balita, remaja, ibu hamil, lansia, hingga penyandang disabilitas yang memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan dan bantuan sosial.

Ketua TP Posyandu Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, mengatakan transformasi Posyandu merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan dasar secara merata.

“Hari ini kita membuktikan bahwa Posyandu adalah milik semua. Selain melaksanakan pemeriksaan serentak bagi balita, remaja, lansia, ibu hamil, hingga saudara-saudara kita penyandang disabilitas, kami juga menyalurkan bantuan sembako dan paket permakanan. Ini adalah wujud nyata dari SPM bidang sosial agar kehadiran negara benar-benar dirasakan langsung di tingkat desa,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perluasan fungsi Posyandu menuntut para kader untuk semakin aktif, inovatif, serta meningkatkan pendampingan dan publikasi layanan kepada masyarakat.

Selain pelayanan kesehatan dan sosial, kegiatan juga dirangkai dengan sosialisasi Standar Pelayanan Minimal bidang perumahan guna memberikan edukasi tentang pentingnya hunian yang layak dan sehat sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Melalui transformasi tersebut, Posyandu di Tanah Bumbu diharapkan mampu berkembang menjadi pusat integrasi layanan masyarakat yang dapat menjawab berbagai persoalan sosial secara lebih cepat, dekat, dan tepat sasaran.

Artikel Pilihan