Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, mengapresiasi semangat inovasi generasi muda dalam ajang Aksi Inovasi Tanbu 2026. Kegiatan yang digelar di Ruang Terbuka Publik Simpang Empat, Kamis (2/4/2026), ini menjadi wadah inspiratif bagi lahirnya ide kreatif dan kolaborasi bisnis lokal dalam rangka memeriahkan HUT ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah talkshow entrepreneur yang menghadirkan sejumlah pengusaha muda asal Tanah Bumbu. Dalam forum tersebut, para narasumber berbagi pengalaman membangun usaha, mulai dari tahap awal hingga menghadapi berbagai tantangan bisnis.
Andin, Owner Tantea, mengungkapkan bahwa usahanya berawal dari inspirasi sederhana di lingkungan keluarga. Kebiasaan sang ibu yang gemar mengonsumsi teh menjadi titik awal lahirnya produk minuman yang kini dikenal luas.
Sementara itu, Alif, Owner Kopial Batulicin, mengangkat nilai sejarah keluarga dalam membangun brand usahanya. Nama “Kopial” diambil dari inisial sang kakek, Abdul Latif, yang pernah berkecimpung dalam bisnis kopi. Ia berupaya melanjutkan semangat tersebut melalui usaha yang dijalankannya.
Berbeda dengan Eky, Owner Eky Tenda Batulicin, yang melihat peluang dari tingginya aktivitas sosial masyarakat seperti pernikahan dan syukuran. Dari kebutuhan tersebut, ia mengembangkan usaha penyediaan sarana acara yang kini terus berkembang.
Meski telah meraih keberhasilan, para pengusaha muda tersebut sepakat bahwa perjalanan bisnis tidak lepas dari tantangan. Mereka menilai hambatan sebagai bagian penting dari proses pembelajaran yang membentuk ketahanan dan kreativitas dalam berwirausaha.
Andi Irmayani Rudi Latif menilai keberanian generasi muda dalam membangun usaha patut mendapat apresiasi. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat jejaring ekonomi sekaligus mendorong lahirnya pelaku usaha baru.
Ia optimistis, dengan semangat inovasi yang terus berkembang, masa depan perekonomian Tanah Bumbu akan semakin maju. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga mampu memicu inovasi berkelanjutan di tengah masyarakat.